Earth DAY
coming soon……
Ijo mu…Ijo ku…Ijo kita
Tahukah kawan ada apa pada tanggal 22 April, tepatnya satu minggu mendatang? Yup…hari itu diperingati sebagai HARI BUMI. Kenapa sich perlu ada Hari Bumi? Itu semua untuk mengingatkan kita tentang kondisi bumi ini yang telah ribuan tahun dihuni oleh manusia. Kekayaan alam dipermukaan bumi berupa tanah, sungai, laut, tanaman, binatang telah dieksploitasi habis-habisan oleh manusia-manusia serakah yang bernama pemodal dan penguasa. Bahkan saking serakahnya perut bumi juga turut dirobek-robek untuk dieksploitasi isinya. Keserakahan merekalah yang membuat kondisi bumi kian tahun bukan semakin baik justru semakin rusak.
Walaupun, konon semakin hari manusia semakin maju dengan segala pembangunan di sana-sini. Namun tidak jarang pembangunan tersebut membuat bumi ini semakin rusak. Maka jangan salahkan jika bencana terjadi di mana-mana. Itu terjadi bukan tanpa sebab, tapi pemodal dan penguasa yang serakahlah pihak yang paling bertanggung jawab atas semua ini.
Nah…kalo tahu minggu depan adalah Hari Bumi, apa sich yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi ini, setidaknya di lingkungan terkecil kita? Salah satunya adalah dengan…….
NaNEm BaReNG YukkK...yuuuk
Kalau mendengar kata Green Force hal apa yang pertama kali muncul di kepala kawan-kawan? Pastinya suporter bola yang berasal dari Surabaya yang sangat identik dengan warna hijau-nya. Tapi sayangnya “hijau” itu tidak dimiliki sendiri oleh Surabaya. Semakin terbuka hijau bagi Surabaya. banyak pembangunan di sana-sini mengakibatkan semakin sempitnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang salah satunya sangat bermanfaat sebagai area resapan air. Maka jangan kaget kalo di Kota Surabaya yang katanya kota terbesar kedua di Indonesia, ehhhh ternyata masih sering kebanjiran.
Kalau sedang berjalan-jalan, di beberapa perempatan jalan yang cukup padat dilalui kendaraan bermotor, seringkali kita temui ada alat yang cukup besar dan pada bagian tengah terdapat grafik warna-warni yang menyala seperti menunjukkan sesuatu. Alat tersebut digunakan memang sebagai indikator polusi udara di Surabaya. Masing-masing warna menunjukan emisi dari tiap-tiap gas yang menimbulkan polusi.
Kalau kita perhatikan lagi seringkali indikator tersebut menunjukkan kondisi udara di Surabaya sangat tidak sehat dan itu setiap hari dihirup oleh lebih dari 3 juta warga Surabaya. Wah... hal ini tentu saja sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan warga. Ditambah lagi semakin menyempitnya lahan yang tersedia untuk menciptakan ruang terbuka hijau.
Untuk itu nggak ada salahnya kalau kita bersaing dengan Green Force untuk menghijaukan Surabaya. Nah... hari ini temen-temen GSE (Green Student Environmentalist) mau ngajak semua warga Surabaya untuk ikutan menciptakan ruang
Green Student Environmentalist
Contact Person
Ronny 081 553 355 015
Didit 031 607 56 886
0 comments:
Post a Comment