Thursday, April 19, 2007

IJo mu Ijo Ku IJo Kita

Earth DAY

coming soon……

Ijo mu…Ijo ku…Ijo kita

Tahukah kawan ada apa pada tanggal 22 April, tepatnya satu minggu mendatang? Yup…hari itu diperingati sebagai HARI BUMI. Kenapa sich perlu ada Hari Bumi? Itu semua untuk mengingatkan kita tentang kondisi bumi ini yang telah ribuan tahun dihuni oleh manusia. Kekayaan alam dipermukaan bumi berupa tanah, sungai, laut, tanaman, binatang telah dieksploitasi habis-habisan oleh manusia-manusia serakah yang bernama pemodal dan penguasa. Bahkan saking serakahnya perut bumi juga turut dirobek-robek untuk dieksploitasi isinya. Keserakahan merekalah yang membuat kondisi bumi kian tahun bukan semakin baik justru semakin rusak.

Walaupun, konon semakin hari manusia semakin maju dengan segala pembangunan di sana-sini. Namun tidak jarang pembangunan tersebut membuat bumi ini semakin rusak. Maka jangan salahkan jika bencana terjadi di mana-mana. Itu terjadi bukan tanpa sebab, tapi pemodal dan penguasa yang serakahlah pihak yang paling bertanggung jawab atas semua ini.

Nah…kalo tahu minggu depan adalah Hari Bumi, apa sich yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan bumi ini, setidaknya di lingkungan terkecil kita? Salah satunya adalah dengan…….

NaNEm BaReNG YukkK...yuuuk

Kalau mendengar kata Green Force hal apa yang pertama kali muncul di kepala kawan-kawan? Pastinya suporter bola yang berasal dari Surabaya yang sangat identik dengan warna hijau-nya. Tapi sayangnya “hijau” itu tidak dimiliki sendiri oleh Surabaya. Semakin terbuka hijau bagi Surabaya. banyak pembangunan di sana-sini mengakibatkan semakin sempitnya Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang salah satunya sangat bermanfaat sebagai area resapan air. Maka jangan kaget kalo di Kota Surabaya yang katanya kota terbesar kedua di Indonesia, ehhhh ternyata masih sering kebanjiran.

Kalau sedang berjalan-jalan, di beberapa perempatan jalan yang cukup padat dilalui kendaraan bermotor, seringkali kita temui ada alat yang cukup besar dan pada bagian tengah terdapat grafik warna-warni yang menyala seperti menunjukkan sesuatu. Alat tersebut digunakan memang sebagai indikator polusi udara di Surabaya. Masing-masing warna menunjukan emisi dari tiap-tiap gas yang menimbulkan polusi.

Kalau kita perhatikan lagi seringkali indikator tersebut menunjukkan kondisi udara di Surabaya sangat tidak sehat dan itu setiap hari dihirup oleh lebih dari 3 juta warga Surabaya. Wah... hal ini tentu saja sangat berbahaya, terutama bagi kesehatan warga. Ditambah lagi semakin menyempitnya lahan yang tersedia untuk menciptakan ruang terbuka hijau.

Untuk itu nggak ada salahnya kalau kita bersaing dengan Green Force untuk menghijaukan Surabaya. Nah... hari ini temen-temen GSE (Green Student Environmentalist) mau ngajak semua warga Surabaya untuk ikutan menciptakan ruang

Green Student Environmentalist

Contact Person

Ronny 081 553 355 015

Didit 031 607 56 886

Friday, September 01, 2006

GSE (GREEN STUDENT ENVIRONMENTALIS) BERANI BEDA!!!!!!!

GSE (GREEN STUDENT ENVIRONMENTALIS) BERANI BEDA!!!!!!!

Terobosan baru yang juga merupakan solusi bagi kaum muda yang pengen berfikir beda dan inovatif adalah slah satu program yang dicetuskan Walhi dan digerakan serentak di seluruh Indonesia.
Ga’ muluk-muluk kok kegiatannya, Cuma bikin pelatihan buat pemuda Indonesia yang sedang berada pada usia 18-20 th (18+), kenapa itu yang dipilih ???, banyak sih alasannya, tapi yang jelas pada usia tersebut anak muda lagi produktif banget masa berpikirnya, lagian aktivitas di kampusnya juga belum seberapa padet. Itu makanya kawan-kawan di Walhi mengkhususkan program ini buat temen-temen usia 18+. Eits… jangan berkecil hati dulu lho buat temen-temen yang umurnya lebih dari 20th , nyante aja masih boleh ikut kok, bukan aturan saklek he..he..he...
Yang kawan-kawan Walhi harapin dari diadakannya program ini adalah terciptanya Environmental-environmental baru yang mau menjadi pribadi yang berbeda dengan yang lainnya, bukan beda penampilan ya tentunya, tapi berbeda dalam berfikir, berpendapat dan mencetuskan ide-ide serta menuangkan idenya dalam keseharian. Ga’ berat kok, yang jelas kandidat environmentalis baru ga dituntut untuk mendefinisikan, apalagi berfikir muluk tentang kajahatan lingkungan di luar sana, so easy man, percaya deh… yang kami tanamkan adalah think localy and act localy. Ga’ susahkan, yap bener banget jadi environmentalis itu gampang kok. Ga percaya..???cobain aja atau main ke rumah komunitas Walhi di Jl Pucang Anom Timur II No.21, ditunggu ya... Tambah penasaran ya…. Terusin bacanya……!!!!
Bukan cuma itu, proses pembelajaran yang diterapin ternyata asyik banget lho.. ga ada pendefinisian, jadi kita diajak untuk mendefinisikan sesuatu, misalnya aja kata environmentalis, ga’ perlu ngebahas ‘environmentalis itu adalah….’ atau ‘menurut …. Environmentalis adalah….’, kuno man..!!, basi banget. Disini kita belajar bareng dan merumuskan sesuatu bareng-bareng juga. Tambah penasaran kan…???? Yuk….lanjut…
GSE ini kita kemas dalam bentuk training selama 3 hari, dijamin ga bosen deh, di sini juga bukan cuma diskusi, tapi bermain, makan bareng sampe’ menemukan ide baru, pokoknya asyik deh….weits…hampir ketinggalan, training GSE ini garatis lhoo. Tambah sip aje nih Walhi, banyak duit ye….bagi donk…!!! . Di sini dikumpulin beberapa berondong eh.. sori salah, anak-anak muda usia 18+ se-Surabaya jadi ‘otomatis’ bisa sambil “cp-cp”(curi-curi pandang maksudnya), he..he.. becanda’ kok yang pasti di GSE Training ini temen-temen bisa nambah jaringan dan ketemu banyak orang, siapa tau mimpinya sama dan akhirnya bisa ngewujutin mimpi itu bareng-bareng, keren kan..
Tertarik ya….hayo ngaku……jujur......pokoknya ditungguin-lah kedatengan temen-temen di rumah komunitas kita, jangan lupa ya Jl. Pucang Anom Timur II No.21. Dah dulu ya capek nih cerita terus. (ria)